MALANG -
Skuad Arema sudah dipastikan tidak dapat kompensasi poin dari batalnya
dua laga lawan Persipura (26/11) dan Persidafon (29/11). Namun manajemen
Arema masih bisa bernafas lega. Sebab, seluruh biaya untuk akomodasi
selama lawatan ke Papua akan diganti PSSI. Diperkirakan biaya Arema yang
ditanggung itu mencapai Rp 500 juta.
"Soal itu (kerugian finansial Arema), nanti akan ada ganti rugi dari
penyelenggara kompetisi (PT Liga Prima Indonesia Sportindo/LPIS). Arema
nanti mesti mengajukan klaim, berapa dana yang telah dikeluarkan," ujar
Saleh Ismail Mukadar, deputi sekjen PSSI bidang kompetisi, Selasa
(29/11).
Sementara terkait kompesasi poin karena lawan tandingnya yakni Persipura
dan Persidafon membatalkan laga, Saleh Mukadar memastikan Arema tidak
akan dapat enam poin plus enam gol dari dua laga yang batal itu. Karena
dua lawan Arema itu bukan lagi bagian dari kompetisi IPL. "Kemenangan WO
(walkout) tidak mungkin diberikan, mengingat tim-tim itu (Persipura dan
Persidafon) mundur dan tidak ikut IPL," kata Saleh.
Apalagi, lanjut Saleh, prosedur atau prosesi untuk menang WO tidak
dijalani oleh Arema mengingat kondisi memang tidak memungkinkan untuk
melaksakan prosedur itu. Prosedur yang harus dilalui untuk dapat
kemenangan WO itu antara lain tim harus hadir masuk ke dalam lapangan
meski lawan tidak ada.
Kemudian, panitia pelaksana (panpel) memanggil tim yang tidak hadir itu
sebanyak tiga kali. Barulah setelah itu, ada keputusan menang WO usai
wasit membunyikan peluit panjang.
Arema sendiri, seperti diketahui, pada 26 November lalu semestinya
bertanding menghadapi Persipura Jayapura di Stadion Mandala. Prosedur
pertandingan kala itu tidak bisa dilakukan karena Stadion Mandala sedang
dipakai untuk menggelar partai final Inter Island Cup (IIC) antara
Persipura melawan Persisam Samarinda.
Sementara laga menghadapi Persidafon Dafonsoro, menurut jadwal IPL,
dihelat di Stadion Mandala, sore kemarin (29/11). Namun, Arema juga
tidak perlu melakoni prosedur WO setelah mendapatkan kepastian dari PSSI
bahwa laga tersebut dibatalkan.
J
ika Arema tidak mendapatkan poin, bisa dibilang bahwa tur Arema ke Papua
sia-sia. Sebab, tak hanya rugi secara tenaga, Arema juga dirugikan
secara finansial, mengingat biaya yang dibutuhkan untuk menjalani tur ke
provinsi paling timur Indonesia itu tidaklah murah.
Sementara pemberian ganti rugi itu tak hanya berlaku untuk Arema, tapi
juga bagi PSM Makassar yang juga sudah terlanjur datang ke Papua.
Mengenai dana yang dihabiskan oleh Arema dalam tur Papua-nya ini memang
belum diketahui berapa pastinya, atau rinciannya. Namun berdasarkan
pernyataan Pengawas Yayasan Arema, Fanda Soesilo, di sela-sela launching
Arema 23 November lalu, untuk tur Papua, manajemen mengeluarkan dana
hampir Rp 500 juta.
Media officer Arema, Noor "Nunun" Ramadhan mengungkapkan, meski belum
ada rencana mengajukan klaim, namun manajemen mengaku bersyukur jika
biaya Arema selama di Papua nanti diganti. "Ini karena pengeluaran kita
untuk away Papua luar biasa tinggi. Kita apresiasi kepedulian PSSI
terhadap Arema," ujar Nunun, ketika dihubungi kemarin. (muf/abm/jpnn/ko)
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar